Mengenal Kanker Serviks, Penyakit Yang Menyerang Bagian Paling Sensitif Kaum Wanita

Penyakit kanker serviks sering disebut juga dengan kanker leher rahim,  kanker mulut rahim atau kanker rahim. Barangkali inilah jenis kanker yang paling ditakuti kaum wanita. Sebab, kanker ini menyerang bagian paling sensitif kaum hawa.

Penyebab dan gejala kanker serviks

Informasi tentang penyakit ini bisa dibilang terbatas. Mungkin karena pembicaraan seputar “area” spesifik wanita ini sering dianggap tabu. Jika wanita Indonesia ditanya apa itu serviks, mungkin banyak yang tidak mengerti.

Sungguh ironis. Padahal data World Health Organization (WHO) menyebutkan, penyakit kanker serviks (cervical cancer) menduduki ranking teratas dari daftar kanker yang menyebabkan kematian pada wanita di seluruh dunia. Itu artinya, kanker serviks merupakan jenis penyakit kanker yang berbahaya.

Pengertian kanker serviks

Cervix dalam bahasa Inggris berarti tengkuk atau kuduk. Cervix of the uterus berarti leher rahim. Dinamakan leher rahim karena memang bentuknya mirip leher. Dikutip dari Kompas, kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan vagina.

Sedangkan menurut situs Wikipedia, kanker leher rahim adalah sejenis kanker yang 99,7 persen disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.

Dengan kata lain ini adalah sejenis kanker yang menyerang organ reproduksi wanita, tepatnya di daerah leher rahim, antara uterus dan vagina dan disebabkan oleh human papilloma virus (HPV).

Penyebab kanker serviks

Penyebab kanker serviks adalah sejenis virus bernama human papilloma virus (HPV). Virus ini ganas, mudah berpindah-pindah dan menular. Cara penularan virus HPV misalnya melalui cairan, sentuhan kulit, pemakaian toilet, wc umum dan lain-lain. Karena itu, penggunaan kondom saat melakukan hubungan seksual tidak terlalu berpengaruh pada pencegahan penularan virus HPV.

Rentang waktu mulai dari infeksi HPV sampai menjadi penyakit kanker sesungguhnya relatif lama, yaitu antara 10 hingga 20 tahun. Namun proses ini sering luput dari perhatian kaum wanita. Sebab, proses mulai dari infeksi HPV berkembang menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala.

Kanker serviks merupakan salah satu dari sedikit jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya, yaitu virus HPV. Sehingga, tindakan pencegahan kanker ini bisa lebih antisipatif.

Gejala kanker serviks dan deteksi dengan ‘pap smear’

Gejala kanker serviks tahap awal sulit untuk diamati. Karena itu, bagi wanita yang sudah menikah lebih baik melakukan tidakan antisipatif, yaitu dengan melakukan tes pap smear tiap dua tahun sekali. Sejauh ini, pap smear adalah cara yang paling direkomendasikan untuk deteksi dini penyakit ini.

Gejala kanker serviks pada stadium lanjut sudah lebih jelas. Yaitu perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), perdarahan post coitus, keputihan yang berlebihan, perdarahan di luar siklus menstruasi, penurunan berat badan secara drastis, susah buang air kecil, serta pembesaran ginjal. 

Mencegah kanker serviks

Berdasarkan survei yang melibatkan 5.423 perempuan di Asia dan dilakukan pada sembilan negara termasuk Indonesia, data menunjukkan hanya dua persen wanita yang mengetahui infeksi HPV merupakan penyebab dari kanker ini.

Untuk itu pemahaman tentang cara mencegah kanker serviks perlu ditingkatkan, yaitu meliputi :

#1. Memelihara kesehatan dan kebersihan tubuh.

#2. Mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran, studi menunjukkan bahwa wanita yang jarang mengkonsumsi buah dan sayuran lebih rentan terhadap serangan kanker.

#3. Tidak melakukan hubungan seksual pada usia dini, sebab secara biologis organ reproduksi belum sempurna.

#4. Setialah pada pasangan. Tidak berhubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti.

#5. Rajin melakukan ‘pap smear’ setiap dua tahun sekali bagi yang sudah menikah. 

#6. Berhenti merokok serta hindari asap rokok. Secara umum rokok dapat meningkatkan resiko terkena penyakit kanker. Kombinasi antara merokok dengan infeksi HPV ibarat “motor” yang mempercepat dysplasia serviks. Wanita perokok 5 kali lebih rentan terhadap kanker dibandingkan yang bukan perokok.

#7. Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum menikah atau belum pernah melakukan hubungan seksual.

Semoga wanita Indonesia terhindar dari penyakit yang mematikan ini.

0 Response to "Mengenal Kanker Serviks, Penyakit Yang Menyerang Bagian Paling Sensitif Kaum Wanita "

Posting Komentar

Silakan meninggalkan komentar yang relevan. Jangan menaruh LINK dalam komentar. ataupun komentar SPAM

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *