9 Bahaya Game Online Bagi Anak


Game online adalah fenomena baru dalam permainan anak. Game ini muncul setelah datangnya era internet. Bisa dibilang ini merupakan kelanjutan dari permainan sebelumnya yang memanfaatkan komputer. Game online sangat disukai anak-anak. Hanya dengan modal gadget di tangan seorang anak bisa betah bermain selama berjam-jam.

Bahaya game online bagi anak

Seorang anak yang sedang bermain game online hampir tidak membutuhkan interaksi dengan orang lain. Karena yang ia hadapi di depan mata adalah sebuah benda mati yaitu gadget.

Karena itu hati-hati, sebab game ini bisa menimbulkan bahaya bagi anak. Bahaya game online bisa berdampak pada kesehatan maupun perkembangan psikologinya.

Bahaya game online bagi kesehatan dan psikologi anak

Anak yang sedang bermain game online identik dengan duduk sendirian selama berjam-jam sambil tangannya memainkan gadget. Jika itu dilakukan secara terus-menerus maka dapat membahayakan kesehatan anak. Berikut diantaranya :

#1. Kelelahan mata

Kelelahan mata (eye strain) adalah kondisi mata yang kelelahan setelah digunakan secara intens dalam waktu cukup lama. Misalnya mata terus-menerus “dipaksa” untuk menatap obyek yang sama seperti TV, layar monitor, mikroskop dan gadget. Para maniak game online biasanya akan menatap layar gadgetnya secara terus menerus, malahan mungkin sampai lupa berkedip sehingga mata mudah lelah.

#2. Wasir atau ambeien

Wasir atau ambeien merupakan konsekuensi dari terus-menerus duduk statis dalam waktu lama sehingga peredaran darah tidak lancar serta mendesak pembuluh darah vena yang ada di daerah anus. Akibatnya pembuluh darah jadi menonjol dan rasanya sakit serta panas.

#3. Berkurangnya metabolisme tubuh 

Game online sangat minim aktifitas fisik. Jika otot terlalu lama tidak melakukan aktifitas fisik maka akan berakibat berkurangnya metabolisme tubuh. Dalam jangka panjang dapat menyebabkan massa otot menurun, obesitas, sakit pinggang, menurunnya sistem imunitas sehingga gampang terkena penyakit.

#4. Sindrom otot pergelangan tangan

Disebut juga dengan carpal tunnel syndrome. Ditandai dengan kesemutan, mati rasa, kelemahan serta kerusakan otot pada pergelangan tangan dan jari. Penyebabnya adalah tekanan dan ketegangan saraf di pergelangan tangan yang berfungsi merasakan dan menggerakan tangan dan jari.

#5. Makan dan istirahat tidak teratur 

Anak yang hobi main game online pernah mengalami hal ini. Pola makan dan istirahat mereka berubah mengikuti jadwal permainan. Waktu makan dan istirahat menjadi tidak teratur. Kondisi ini tentu akan berpengaruh bagi kesehatan anak.

Dan bahaya game online bagi psikologi anak …

Selain kesehatan, game online juga berbahaya bagi perkembangan psikologi anak, yaitu  :

#6. Kecanduan  

Bagi seorang anak, game via internet mungkin hanya sekedar permainan belaka. Namun bagi produsen dan korporasi, game online adalah bisnis yang menggiurkan. Semakin banyak yang kecanduan game online, bisnis semakin diuntungkan. Pelanggan meningkat, penjualan meningkat, untung berlipat.

#7. Mendorong perilaku negatif 

Misalnya : bolos sekolah, menyelewengkan uang SPP untuk beli pulsa dan lain-lain. Jumlahnya mungkin tidak seberapa, tapi tetap saja memprihatinkan.

#8. Emosional dan mudah marah

Sering emosional, mudah marah, mudah berucap kasar, terutama bila gagal menaklukan “lawannya” atau game terhenti ditengah jalan. Dari sudut pandang psikologi hal ini tidak baik bagi perkembangan anak.

#9. Prestasi belajar menurun

Asyik bermain game membuat anak sering lupa waktu. Banyak aktifitas yang seharusnya dilakukan jadi terganggu. Misalnya sholat, belajar, mengerjakan PR sekolah, merapikan kamar dan lain-lain. Bahkan disaat melakukan aktifitas seperti itu pun kadang-kadang pikiran mereka masih melamunkan game online. Akibatnya prestasi belajar jadi menurun.

Cara melindungi anak dari bahaya game online

Melindungi anak dari bahaya game online adalah kewajiban orang tua. Berikut 3 cara yang bisa dilakukan untuk melindungi anak dari dampak negatif game online :

#1. Jangan sembarangan menyebarkan informasi penting di internet. Seperti nama anak, nama orang tua, alamat lengkap, nomor hp, telepon rumah, dll. Tujuannya agar tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

#2. Hindari live voice chat (chat suara). Jika terpaksa dilakukan maka gunakan topeng suara (voice mask) untuk menyamarkan suara agar si pemilik suara tidak bisa ditebak jenis kelamin dan usianya. Dengan fitur ini suara anak bisa diubah menjadi suara robot atau suara orang dewasa.

#3. Aktifkan fitur parental control pada game yang dimainkan, jika fitur tersebut tidak ada maka cegah anak bermain game tersebut.
Akhirnya, jika arti kata “bermain” bagi anak tujuannya adalah untuk menciptakan suasana positif, gembira, ceria, kolektifitas bersama teman dan lain-lain, maka game online justru berakibat pada hal sebaliknya. Jadi buat para orang tua, hmm … waspadalah !

0 Response to "9 Bahaya Game Online Bagi Anak "

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *