7 Cara Mencegah Virus COVID-19 Yang Justru Membahayakan Kesehatan, Waspadalah


Virus Corona (COVID-19) kini makin luas menjangkit hampir ratusan ribu orang di puluhan negara, termasuk Indonesia. Namun hingga saat ini, belum ditemukan obat yang mampu menyebuhkan penyakit yang disebabkan virus COVID-19.

Orang-orang terus berupaya mencegah penyebaran virus COVID-19 dengan berbagai cara. Sayangnya, banyak informasi terkait virus COVID-19 beredar tidak sesuai fakta.

Cara Mencegah Virus COVID-19 Yang Membahayakan Kesehatan

Berikut 7 cara pencegahan virus COVID-19 yang keliru, yang telah tersebar di berbagai media sosial dan aplikasi pesan singkat.

#1. Bawang Putih

Benarkah mengkonsumsi Bawang Putih bisa mencegah infeksi virus COVID-19? Bawang putih mengandung banyak kandungan yang menyehatkan tubuh, termasuk bahan-bahan antimikroba. Dampak dari virus COVID-19 mempengaruhi kenaikan harga bawang putih di pasaran, bawang putih diburu karena dianggap bisa menyembuhkan virus COVID-19.

Tak banyak orang tahu, mengkonsumsi terlalu banyak bawang putih juga menimbulkan beberapa efek samping, selain bau mulut efek samping yang berbahaya juga bisa terjadi seperti kerusakan hati, diare, memperberat pendarahan, menyebabkan pusing, menimbulkan ruam, mempengaruhi kondisi mata, rasa mual, muntah dan mulas.

Pihak organisasi kesehatan dunia (WHO) juga pernah menyatakan dalam akun Twitter resminya bahwa bawang putih adalah makanan sehat yang memiliki sifat anti-mikroba. Namun hingga saat ini, belum bisa dipastikan bahwa bawang putih dapat mencegah seseorang terinfeksi virus COVID-19.

#2. Gel Hand Sanitiser "homemade"

Kelangkaan Hand Sanitiser memicu sebagian masyarakat untuk membuat sendiri, resep gel buatan sendiri mulai viral di media sosial.

Namun resep yang ada di media sosial rupanya lebih cocok sebagai desinfektan yang mampu bersihkan permukaan benda. Resep yang beredar menurut para ilmuwan tidak cocok untuk digunakan pada kulit manusia.

Gel tangan berbasis alkohol biasanya juga mengandung emolien yang membuatnya lebih lembut di kulit, di atas kandungan alkohol 60-70 persen.

Dilansir dari Channel News Asia, Menurut dokter Edwin Chang, direktur medis Parkway Shenton, ada jumlah minimum alkohol yang diperlukan agar hand sanitiser efektif mencegah penyebaran virus.

Dia pun mengatakan, bahan-bahan lain yang biasanya dicampur dalam pembuatan hand sanitiser rumahan sebenarnya tidak berkontribusi apapun. “Hand sanitizer setidaknya perlu memiliki kandungan 60 persen alkohol agar efektif,” ungkapnya.

#3. Minum air setiap 15 menit.

Sebuah pesan berantai di aplikasi pesan singkat yang mengutip ucapan seorang dokter asal Jepang mengatakan bahwa manusia direkomendasikan untuk minum air setiap 15 menit untuk membasmi virus yang masuk melalui mulut. Versi unggahan berbahasa Arabnya bahkan telah dibagikan lebih dari 250 ribu kali.

Menurut Profesor Bloomfield, sejauh ini belum ada bukti bahwa minum air setiap 15 menit dapat membantu mengurangi virus. Virus di udara masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan ketika manusia bernapas. Beberapa di antaranya mungkin masuk ke mulut. Tapi seberapa banyak pun manusia meminum air,tidak akan mencegah apalagi mengurangi virus yang masuk.

#4. Air ajaib

Seorang Youtuber, Jordan Sather yang punya ribuan pengikut di berbagai platform daring mengklaim bahwa suplemen mineral ajaib atau Miracle Mineral Solution (MMS) dapat menghilangkan virus corona.

MMS yang diklaimnya ternyata mengandung klor-dioksida, sebuah zat pemutih. Sather dan lainnya sudah mempromosikan zat ini bahkan sejak sebelum virus corona melanda global. Dia mengunggah di twitternya.

Dilansir dari The Sun, Para ahli telah lama memperingatkan orang untuk tidak mengonsumsi MMS dan berbahaya karena bahan kimia beracun dalam pemutih tingkat industri.

Minum itu dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan tekanan darah rendah yang mengancam jiwa karena dehidrasi. Bahan utama MMS, juga dapat menyebabkan gagal ginjal akut jika tertelan.

Food and Drug Administration di AS telah berulang kali memperingatkan konsumen untuk tidak minum MMS dan tahun lalu mengatakan itu adalah "pemutih yang berbahaya" yang dapat menyebabkan "muntah parah" dan "gagal hati akut".

#5. Obat Kumur

Pemakaian obat kumur secara rutin juga tidak mencegah penularan virus COVID-19. WHO mengatakan, tidak ada bukti ilmiah bahwa penggunaan obat kumur bisa melindungi diri dari infeksi virus COVID-19. "Beberapa obat kumur memang membunuh mikroba tertentu dalam air liur. Namun, ini bukan berarti obat kumur melindungi kita dari virus corona COVID-19," kata WHO.

#6. Masker dari Tisu Basah

Setelah diumumkannya kasus COVID-19 di Indonesia, tidak hanya membuat Hand Sanitiser langkah namun itu juga berdampak pada keberadaan Masker di pasaran. Selain langkah, harga masker juga kian meroket, akibatnya sejumlah cara atau alat yang diklaim sebagai alternatif masker bermunculan, termasuk video membuat masker alternatif dari tisu basah.

Di dalam video yang beredar tersebut, seorang perempuan sedang memberikan tutorial membuat masker dari tisu basah yang ia lipat dan gunting ujungnya agar dapat disangkutkan ke telinga.

Menanggapi tindakan ini, Ketua Magister Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr dr Dewi Sumaryani Soemarko MS SpOK, angkat bicara.

“Nggak. Itu tisu basah enggak bisa dipakai dibuat masker (penutup mulut dan hidung),” kata Dewi dalam acara bertajuk Wabah COVID-19 Positif di Indonesia, Bagaimana Selanjutnya?, di Gedung FKUI, Kamis (5/3/2020).

Untuk diketahui, tisu basah memiliki kandungan desinfektan dari alkohol. Memakai tisu basah pada wajah, justru berpotensi buruk bagi penggunanya karena membuat alkohol pada tisu basah jadi terhirup. "Jangan dipakai (untuk masker), medis tidak menganjurkan menghirup alkohol," tegas Dewi.

Menghirup uap alkohol dapat mengeringkan saluran hidung dan mulut. Jika terlalu sering, orang tersebut akan jadi lebih rentan terhadap infeksi, sehingga berbahaya juga pada organ tubuh lainnya termasuk fungsi hati.

Selain itu, tisu basah dalam keadaan basah atau kering sekalipun sangat mudah dihinggapi oleh kuman atau organisme jahat lainnya.

Hal ini meningkatkan risiko kesehatan, karena masker dari tisu basah tidak memiliki filter yang mampu menahan kuman atau organisme jahat tadi. Akibatnya, kuman malah terhirup masuk ke saluran pernapasan manusia.

#7. Menggunakan Hand Dryer 

Hand dryer atau alat pengering tangan tidak bisa membasmi virus COVID-19.

Dilansir dari Brightside.Me bahwa menurut para ilmuan hand dryer atau pengering tangan justru berbahaya bagi manusia.

Hand dryer dapat menyebarkan banyak bakteri, para peneliti University of Connecticut dan Quinnipiac University berhasil meneliti beberapa hand dryer yang mereka bawa ke laboratorium.

Hasil dari penelitian tersebut cukup mengejutkan karena ternyata hand dryer yang enggak dinyalakan menyimpan bakteri sebanyak satu populasi sedangkan saat dinyalakan menjadi lebih banyak, yakni sekitar 18-60 populasi.

Dari 7 cara pencegah virus COVID-19 yang keliru diatas, lebih baik untuk melindungi diri dari virus tersebut sebaiknya menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir ketika setelah beraktivitas di luar dan jangan menyentuh wajah.

Dilansir dari The Sun, Otoritas kesehatan di seluruh dunia secara teratur menekankan pentingnya kebersihan karena virus ini kemungkinan disebarkan oleh tetesan.

Mereka menyarankan orang untuk mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak satu meter dari yang lain, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut mereka; dan menggunakan masker "secara rasional", hanya jika ada gejala pernapasan. (TS)

0 Response to "7 Cara Mencegah Virus COVID-19 Yang Justru Membahayakan Kesehatan, Waspadalah"

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *